Macam dan Jenis Paragraf.
Macam dan Jenis Pargraf.
A. Berdasarkan Pola Pengembangannya.
Paragraf berdasarkan pola pengembangannya terbagi menjadi 7 jenis, diantaranta yaitu:
1. Paragraf Deduktif.
Paragraf ini memiliki ide pokok/gagasan utama yang terletak dikalimat pertama pada paragraf, dan diikuti penjelasan pada kalimat-kalimat berikutnya.
Contoh :
Satu minggu belakangan ini kampung Beni dilanda hujan angin berturut-turut. Hujan yang lebat mengganggu aktivitas warga. Beni dan adiknyapun mulai bosan karena belakangan ini mereka tidak bisa bermain bola dilapangan desa.
2. Paragraf Induktif.
Paragraf ini diawali dengan penjelasan atau perincian dari ide pokok, dan ide pokok/gagasan utama pada paragraf ini terletak di akhir kalimat pada pargraf.
Contoh :
Ayahku bangkit dan mengusap matanya berkali-kali. Para om dan tante tersenyum lega dan segera sibuk mengabarkan kebahagian itu dan beberapa orang menangis. Kake kesayangan kami terlepas dari bahaya, seruan syukur berdengung memenuhi ruangan.
3. Paragraf Campuran.
Paragraf ini memiliki 2 ide pokok yang terletak di awal dan di akhir kalimat pada paragraf. Serta kalimat penjelas yang terletak di antara 2 ide pokok tersebut atau di tengah kalimat pada paragraf.
Contoh :
Perkembangan teknologi telah mengubah cara kita berinteraksi dan bekerja. Komunikasi jarak jauh kini menjadi sangat mudah berkat adanya media sosial dan aplikasi pesan instan. Namun, di sisi lain, kemudahan ini juga menimbulkan tantangan baru, seperti ancaman privasi data dan kecanduan gawai. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan teknologi secara bijak agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa menimbulkan efek negatif.
4. Paragraf Ineratif.
Paragraf ini memiliki ide pokok/gagasan utama yang terletak di tengah paragraf. Dan kalimat penjelas yang terletak di awal dan akhir kalimat.
Contoh :
Banyak anak-anak di Indonesia yang mengantuk dan tidak fokus saat belajar karena kurangnya gizi didalam tubuhnya. Gizi yang kurang dapat membuat badan lemas dan lesu. Dengan adanya progam Makan Bergizi Geratis (MBG), gizi anak-anak Indonesia mulai tercukupi. Dengan program tersebut anak-anak menjadi lebih semangat dan fokus saat belajar.
5. Paragraf Kronologis.
Paragraf ini disusun dan dikembangkan berdasarkan urutan waktu dan peristiwa.
Contoh :
Pembangunan jembatan dimulai pada awal tahun 2024. Pertama, tim insinyur melakukan survei lokasi dan merancang struktur jembatan. Kemudian, pada bulan Maret, alat-alat berat mulai datang untuk meratakan tanah dan membuat fondasi. Setelah fondasi selesai, pilar-pilar utama didirikan. Barulah pada bulan Agustus, kerangka baja untuk badan jembatan dipasang. Proses ini diperkirakan akan selesai pada akhir tahun, dengan peresmian yang dijadwalkan pada awal tahun berikutnya.
6. Paragraf Klimaks.
Paragraf klimaks adalah jenis paragraf yang susunan kalimatnya dimulai dari ide yang paling tidak penting atau kurang intens menuju ide yang paling penting atau paling intens.
Contoh :
Jantung Detektif Arka berdebar kencang saat ia menyingkirkan debu dari bingkai foto yang usang. Selama ini, semua bukti mengarah pada Butler Smith, tapi ada sesuatu yang janggal. Mata gadis dalam foto itu, yang seharusnya sudah lama meninggal, tampak menatapnya. Di balik bingkai itu, Arka menemukan secarik kertas yang terlipat rapi. Tulisannya singkat, tapi mengguncang seluruh kasus: "Bukan Smith. Cari di balik cermin." Pikiran Arka langsung melayang ke ruang kerja utama, di mana sebuah cermin antik menutupi seluruh dinding. Ia tahu, jawaban dari misteri pembunuhan yang rumit ini berada di balik cermin itu, menunggu untuk diungkap.
7. Paragraf Antiklimaks.
Paragraf ini kebalikannya paragraf klimaks, yaitu kalimat yang disusun dari yang paling kuat atau penting hingga yang paling rendah atau kurang penting.
Contoh :
Dengan pedang terhunus dan napas yang terengah-engah, sang ksatria akhirnya berhadapan dengan naga legendaris yang telah menghancurkan banyak desa. Mata naga itu menyala, sisiknya berkilauan seperti permata, dan asap mengepul dari lubang hidungnya. Sang ksatria bersiap untuk pertarungan hidup dan mati, namun naga itu tiba-tiba mengeluarkan suara keras, bersin, dan jatuh tertidur dengan mendengkur.
B. Berdasarkan Tujuan dan Cara Penyampaian.
Paragraf ini terbagi menjadi 5 macam dan jenis, diantaranya yaitu:
1. Paragraf Narasi.
Paragraf narasi adalah jenis paragraf yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara kronologis dan terurut, yaitu dari awal sampai akhir.
Contoh :
Dinding batu yang lembap terasa dingin di ujung jariku saat aku merangkak maju. Obor yang kupegang berkedip-kedip, melemparkan bayangan yang menari-nari di lorong yang sempit. Setiap langkah yang kuambil dipenuhi dengan kehati-hatian, telingaku waspada terhadap suara apa pun. Legenda mengatakan bahwa di ujung gua ini tersembunyi sebuah permata yang bisa mengabulkan permintaan. Namun, legenda juga menyebutkan bahwa penjaganya bukanlah makhluk biasa. Tiba-tiba, sebuah desisan keras terdengar dari kegelapan di depan, dan oborku padam, menyisakan kegelapan yang pekat. Jantungku berdebar kencang, dan aku tahu, aku tidak sendirian di sini.
2. Paragraf Deskripsi.
Paragraf deskripsi adalah paragraf yang menggambarkan suatu objek secara detail sehingga pembaca seolah dapat melihat, mendengar dan merasakan.
Contoh :
Buku tua itu tergeletak di atas meja kayu. Sampulnya terbuat dari kulit yang sudah usang dan terkelupas di beberapa bagian, menampilkan warna cokelat gelap yang kusam. Halaman-halamannya menguning, dengan pinggirannya yang keriting dan rapuh. Di tengah sampul, sebuah judul terukir dengan tinta emas yang sudah pudar.
3. Paragraf Eksposisi.
Paragraf ini bertujuan untuk menjelaskan atau menerangkan suatu informasi, ide, proses, atau fenomena secara objektif dan logis.
Contoh :
Pencemaran plastik menjadi salah satu masalah lingkungan global yang mendesak. Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik dibuang ke lautan, membahayakan ekosistem laut dan mengancam biota laut yang menelan atau terperangkap di dalamnya. Plastik yang terurai menjadi mikroplastik juga dapat masuk ke rantai makanan manusia, menimbulkan risiko kesehatan yang belum sepenuhnya dipahami. Oleh karena itu, langkah-langkah seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mendaur ulang, dan mengembangkan material ramah lingkungan sangat krusial untuk mengatasi krisis ini.
4. Paragraf Argumentasi.
paragraf ini berisi pendapat atau gagasan yang disampaikan penulis yang disertakan bukti dan data.
Contoh :
Penggunaan kantong plastik harus dikurangi secara drastis karena dampak buruknya terhadap lingkungan. Plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, dan setiap tahun, jutaan ton sampah plastik berakhir di lautan, membahayakan kehidupan laut.
5. Paragraf Persuasi.
Paragraf yang berisi ajakan yang bertujuan mengajak para pembaca melakukan suatu hal.
Contoh :
Mari kita kurangi sampah plastik, dengan cara membawa tas belanja anda yang berbahan kain.
Komentar
Posting Komentar