MENANAM DAN MERAWAT TANAMAN DI SEKOLAHKU ~ Teks Prosedur

🌻 Prosedur Pembuatan dan Perawatan Tanaman di SekolahπŸƒ


​Teks prosedur ini bertujuan untuk memandu siswa dan guru dalam merancang, menanam, dan merawat tanaman di lingkungan sekolah.


​I. Pembuatan Kebun Sekolah (Penanaman)
​Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai penanaman tanaman di lingkungan sekolah.
​A. Persiapan Alat dan Bahan
    #PERALATAN : Sekop kecil/cangkul, cetok (sendok taman), gembor (alat penyiram), sarung tangan, pot/polybag (jika tidak langsung di tanah), tali dan patok (untuk pembatas).
    #BAHAN : Bibit/benih tanaman (sayuran, bunga, atau obat), tanah subur (jika perlu), pupuk kompos/kandang, air.

B. Langkah-Langkah Penanaman
​Survei Lokasi:

 • ​Tentukan area di sekolah yang akan dijadikan kebun. Pastikan area tersebut mendapat sinar matahari yang cukup (minimal 4-6 jam sehari) dan mudah diakses untuk perawatan.​

• Bersihkan Lahan:Bersihkan lokasi dari rumput liar, sampah, dan batu-batuan.

• ​Pengolahan Tanah:​Gemburkan tanah menggunakan sekop atau cangkul hingga kedalaman sekitar 20-30 cm.
​Campurkan tanah dengan pupuk kompos atau pupuk kandang secara merata. Perbandingan ideal adalah 1 bagian pupuk untuk 3-4 bagian tanah.


• ​Penentuan Jarak Tanam:
​Buat lubang tanam dengan jarak yang disesuaikan dengan jenis tanaman (misalnya, untuk tanaman sayur daun seperti bayam, jaraknya lebih rapat; untuk cabai/terong, jaraknya lebih lebar).


• ​Penanaman Bibit/Benih: Pindahkan bibit dari pot/polybag secara hati-hati agar akar tidak rusak. Letakkan bibit di lubang tanam, lalu timbun kembali dengan tanah dan padatkan sedikit di sekeliling pangkal batang.Masukkan 2-3 benih ke dalam lubang tanam, lalu tutup tipis dengan tanah.


• ​Penyiraman Awal: ​Siram tanaman segera setelah ditanam hingga tanah terlihat basah dan lembap. Gunakan gembor agar air menyebar merata dan tidak merusak tanaman muda.


• ​Pemberian Label:​Berikan label nama dan tanggal tanam pada setiap jenis tanaman agar mudah diidentifikasi.

​II. Perawatan Tanaman
​Setelah penanaman, perawatan yang rutin dan konsisten sangat penting agar tanaman dapat tumbuh sehat dan maksimal.


​A. Penyiraman
• ​Frekuensi: Siram tanaman dua kali sehari, yaitu pada pagi hari (sekitar pukul 06.00-08.00) dan sore hari (sekitar pukul 16.00-18.00).
• ​Intensitas: Siram secukupnya hingga tanah terlihat lembap. Hindari penyiraman berlebihan yang bisa menyebabkan akar busuk.
• ​Metode: Arahkan air ke bagian akar dan tanah, hindari menyiram daun terlalu sering, terutama saat matahari terik.


​B. Penyiangan (Membersihkan Gulma/Rumput Liar)
Tujuan: Gulma adalah tanaman pengganggu yang merebut nutrisi dari tanaman utama.


Cara: Cabut gulma secara rutin, idealnya 1-2 kali seminggu, menggunakan tangan atau alat bantu seperti cetok. Pastikan gulma tercabut hingga ke akar.


​C. Pemupukan
• ​Jadwal: Berikan pupuk susulan (pupuk tambahan) setiap 2-4 minggu sekali, tergantung jenis tanamannya.
• ​Jenis Pupuk: Gunakan pupuk organik seperti pupuk kompos cair, pupuk kandang yang sudah matang, atau pupuk NPK (jika diperlukan untuk pertumbuhan cepat).
• ​Aplikasi: Taburkan pupuk di sekeliling tanaman dengan jarak yang cukup dari batang, lalu siram agar nutrisi terserap ke tanah.


​D. Pengendalian Hama dan Penyakit
Observasi
: Periksa daun dan batang tanaman setiap hari untuk mendeteksi adanya hama (ulat, kutu) atau gejala penyakit (daun menguning, bercak).
Tindakan: Jika ditemukan hama dalam jumlah kecil, buang secara manual. Jika hama banyak, semprotkan larutan alami (seperti air sabun atau air rendaman bawang putih) sebagai pestisida alami.


​E. Panen
Waktu: Panen dilakukan setelah tanaman mencapai usia panen yang optimal (tergantung jenis tanaman).
Cara: Panen dengan hati-hati menggunakan gunting atau pisau tajam untuk menghindari kerusakan pada tanaman yang tersisa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKUMAN BAB I - Teks Laporan Percobaan

5W1H-Teks Laporan Percobaan

MATERI TKA-BAHASA INDONESIA