TEKS TANGGAPAN


                    TEKS TANGGAPAN 

          Teks tanggapan adalah suatu bentuk tulisan yang berisi ulasan, penilaian, atau evaluasi terhadap sebuah karya. Teks tanggapan bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai isi, keunggulan dan kelemahan karya tersebut sehingga pembaca dapat memutuskan apakah karya itu sesuai dengan minat mereka. 

#Ciri-ciri teks tanggapan :
 • Objektif: Isinya didasarkan pada fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya perasaan atau pandangan pribadi.

• ​Memuat Tanggapan: Berisi tanggapan (bisa berupa kritik, pujian, atau saran) terhadap suatu fenomena, isu, karya seni, atau peristiwa yang terjadi.
• ​Didukung Alasan Logis: Kritik atau pujian yang disampaikan harus disertai dengan alasan yang jelas dan logis serta didukung oleh fakta atau bukti.
• ​Bahasa Santun: Penyampaiannya menggunakan bahasa yang jelas, logis, dan tetap mematuhi norma sopan santun agar bersifat membangun dan tidak menyinggung.


#Langkah-langkah menyimpulkan teks tanggapan :

  1. ​Membaca Keseluruhan Teks dengan Seksama.
  2. ​Menentukan Ide Pokok (Gagasan Utama) Setiap Paragraf.
  3. ​Menyusun Ide Pokok Menjadi Simpulan.
#Kriteria yang harus diperhatikan dalam membuat simpulan :
   1. Merupakan hasil analisis dari paragraf yang sudah dibaca.
   2. Harus menggambarkan isi dari paragraf.
   3. Hanya berisi hal-hal yang terdapat dalam paragraf.

#Struktur teks tanggapan :
  1. Kelebihan dan kekurangan.
  2. Penilaian keseluruhan.
  3. Resume.


#Ciri kebahasaan :
  1.  ​Penggunaan Konjungsi (Kata Penghubung):
    • Konjungsi Penerang: Untuk menjelaskan atau menerangkan suatu hal. Contoh: bahwa, yaitu, adalah.
    • Konjungsi Temporal: Untuk menjelaskan hubungan waktu. Contoh: ketika, sebelumnya, sementara.
    • Konjungsi Penyebaban/Kausalitas: Untuk menyatakan hubungan sebab-akibat. Contoh: karena, sebab, dikarenakan.
    • Konjungsi Antarkalimat/Antarparagraf: Untuk menghubungkan ide dari kalimat atau paragraf yang berbeda (misalnya, konjungsi pertentangan seperti tetapi, namun, atau konjungsi simpulan seperti dengan demikian).
  2. Kalimat Kompleks:
    • ​Menggunakan kalimat majemuk yang memiliki lebih dari satu klausa (induk kalimat dan anak kalimat) dan biasanya mengandung dua kata kerja (verba) atau lebih. Hal ini berfungsi untuk menyampaikan informasi atau tanggapan yang lebih detail dan terstruktur.
  3. Kata Rujukan (Referensi):
    • ​Menggunakan kata-kata yang merujuk pada kata, frasa, atau kalimat yang telah disebutkan sebelumnya. Ini penting untuk menjaga kepaduan teks dan memperkuat pernyataan.
    • ​Contoh: itu, ini, tersebut, di sana, mereka, dia.
  4. Kalimat Saran/Rekomendasi:
    • ​Terdapat kalimat yang berfungsi memberikan solusi atau jalan keluar terhadap masalah yang ditanggapi.
    • ​Menggunakan kata-kata modalitas atau keterangan yang menyatakan saran. Contoh: sebaiknya, hendaknya, seharusnya, perlu.
  5. Kata-Kata Penilaian:
    • ​Terdapat penggunaan kata-kata pujian atau kritik yang disampaikan secara objektif dan santun, seringkali didukung oleh fakta.
    • ​Contoh: bagus, menawan, cemerlang (pujian), atau kurang relevan, terlalu mahal, perlu perbaikan (kritik).
  6. Pilihan Kata (Diksi):
    • ​Menggunakan diksi yang tepat dan sesuai dengan konteks agar tanggapan yang disampaikan jelas, lugas, dan mudah dipahami pembaca.
  7. Kalimat Aktif dan Deskriptif:
    • ​Cenderung menggunakan kalimat aktif (subjek melakukan pekerjaan).
    • ​Menggunakan bahasa yang deskriptif (menggambarkan) untuk menjelaskan objek, peristiwa, atau fenomena yang ditanggapi secara lebih spesifik dan terperinci.

#Contoh teks tanggapan :

Novel "Di Bawah Langit Jakarta" karya Risa Arini berhasil menyajikan gambaran yang jujur dan menyentuh tentang perjuangan kaum muda urban dalam menghadapi kerasnya persaingan ibu kota. Meskipun tema tentang impian dan realitas kota besar sering diangkat, novel ini mampu memberikan kedalaman emosi yang khas dan relevan bagi pembaca.

​Kekuatan utama novel ini terletak pada pengembangan karakter tokoh utamanya, Dinda, seorang perantau dari desa yang gigih mempertahankan idealisme di tengah hiruk-pikuk Jakarta. Penulis cerdas dalam merangkai konflik batin Dinda antara mengejar karier dan mempertahankan nilai-nilai kekeluargaan. Alur ceritanya mengalir dengan dinamis, diselingi plot twist yang tidak terduga, terutama pada sepertiga akhir cerita.

​Namun, terdapat sedikit kelemahan pada latar tempat. Meskipun novel ini mengambil latar di Jakarta, deskripsi mengenai detail lokasi ikonik kota tersebut terasa kurang kuat, sehingga imajinasi pembaca mengenai suasana kota metropolitan sedikit terhambat. Gaya bahasa yang digunakan cukup puitis dan mengalir, namun beberapa dialog terasa terlalu formal untuk percakapan sehari-hari anak muda. Secara keseluruhan, tema yang diangkat sangat kuat, yaitu tentang pentingnya mencari makna di balik kesuksesan materi.

​Meskipun memiliki minoritas kelemahan dalam penggambaran latar, "Di Bawah Langit Jakarta" adalah karya fiksi yang patut diapresiasi. Novel ini sukses mengajak pembaca untuk merenungkan kembali arti dari sebuah "rumah" dan "tujuan hidup". Novel ini sangat direkomendasikan bagi pembaca yang menyukai cerita fiksi bertema inspirasi, perjuangan, dan pencarian jati diri.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

RANGKUMAN BAB I - Teks Laporan Percobaan

5W1H-Teks Laporan Percobaan

MATERI TKA-BAHASA INDONESIA