Kalimat Efektif dan Majas Pleonisme
Kalimat Efektif dan Majas pleonasme
Hubungan Antara Keduanya
Kedua materi memiliki hubungan dalam konteks penggunaan bahasa yang baik. Link 2 menjelaskan bahwa kalimat efektif harus ringkas dan tidak bertele-tele, sedangkan majas pleonasme justru menggunakan kata berlebih.
Meskipun konten Link 1 tidak secara langsung menyebutkan pleonasme atau kalimat efektif, kalimat "sangat fatal" yang disebutkan bisa menjadi contoh untuk dianalisis apakah termasuk penggunaan kata yang tepat atau bahkan berpotensi menjadi pleonasme (jika kata "fatal" sendiri sudah memiliki makna yang kuat, penambahan "sangat" bisa dianggap berlebih atau bertele-tele). Selain itu, tujuan dari penggunaan backsong yang alami pada Link 1 juga sejalan dengan prinsip kalimat efektif yang ingin menyampaikan pesan dengan jelas dan mudah diterima, tanpa menggunakan kalimat yang tidak perlu.
Isi Ringkas Kedua Link
- Link 1 (Facebook): Sebuah postingan yang menyebutkan bahwa kalimat terakhir atau ke-7 yaitu "sangat fatal" dan menyatakan bahwa backsong suara air mancur lebih alami. Selain itu, terdapat ucapan semoga bermanfaat.
- Link 2 (Blog SBS Valid): Menjelaskan tentang majas pleonasme (penggunaan kata berlebih/berulang untuk penegasan) dan kalimat efektif (kalimat yang jelas, tepat, ringkas, dan mudah dipahami dengan mematuhi kaidah bahasa).
Komentar
Posting Komentar